Anatomy Chordata Review Journals (Muscular System Hindlimb and Forelimb) Cheetah / Acinonyx jubatus

Cheetah (Acinonyx jubatus) merupakan hewan dengan kemampuan berlari yang sangat tinggi, spesies ini mampu menaikan kecepatanya dari 0 hingga 96 km/jam dalam tiga detik saja, ini  merupakan peristiwa yang luar biasa. Kecepatanya dalam berlari menjadikan cheetah sebagai mamalia darat tercepat di dunia. Mereka mendiami padang rumput dari timur, tengah, dan bagian barat daya Afrika, serta sebagian kecil dari daerah di Iran. Saat Cheetah berlari dengan cepatnya, Cheetah memerlukan beberapa adaptasi khusus yang memungkinkan mereka untuk mencapai kecepatan yang maksimal, diantaranya yaitu cheetah memiliki lubang hidung lebar dan paru-paru besar dikombinasikan dengan jantung yang kuat dan arteri yang kuat menyediakan lebih banyak oksigen ke otot-otot mereka. Otot kaki besar mereka terutama terdiri dari serat berkedut cepat, yang lebih cepat dari otot normal (Megumi Gotoa, 2013). Mereka memiliki bingkai tubuh yang kecil, ringan dan aerodinamis. Dengan kakinya yang panjang, pinggul dan sendi bahu, dan tulang belakang yang fleksibel, cheetah dapat mencapai 7 meter dalam satu langkah. Berlari dengan cepat membutuhkan banyak energi, dan cheetah hanya bisa mempertahankan sprintnya selama sekitar setengah menit sebelum kehabisan tenaga.

Di sini penulis bertujuan untuk mengetahui otot-otot bagian mana saja yang terlibat dalam pergerakan saat Cheetah tersebut berlari, dan bagaimana perbandingan otot-otot tersebut dengan mamalia disekitarnya, mengapa mamalia yang lain(misalnya kuda) tidak bisa berlari secepat Cheetah walaupun mereka satu Ordo (sebut saja Carnivora dengan spesies Canis lupus), dan walaupun mereka satu Famili (Felidae dengan spesies Felis silveltris).

            Cheetah (Acinonyx jubatus) ada banyak otot yang menyusun tubuhnya, diantaranya terdapat Otot kaki atau tungkai belakang / Hindlimb (sekitar 23 otot ekstremitas belakang: Tabel 2) (Penny E. Hudson S. A., 2011), Otot leher / batang (13 Otot leher dan batang: Tabel 2)  (Megumi Gotoa, 2013), Otot tungkai depan (14 Otot tungkai depan/ Forelimb: Tabel 1) (Penny E. Hudson S. A., Functional anatomy of the cheetah (Acinonyx jubatus) Forelimb, 2011). Dalam susunan beberapa otot tersebut, di dalamnya masih terbagi menjadi beberapa tipe berdasarkan energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan tenaga (kemampuan metabolisme otot) dan juga berdasarkan energi atau output keluaran tenaga yang dihasilkan ada 4 jenis tipe otot : Tipe I adalah serat otot dengan Kebutuhan metabolik yang tinggi dan output tenaga kecil, Tipe IIa adalah serat otot dengan kebutuhan metabolisme tinggi dengan output tenaga yang lebih besar, Tipe IIb adalah serat otot dengan kebutuhan metabolisme rendah dengan output kekuatan atau tenaga yang terbesar dan Jenis IIx memiliki karakteristik peralihan antara tipe IIa dan IIb. Ada beberapa hal yang membedakan antaraotot yang ada pada mamalia lain misalnya Felis(Kucing) dan Canis(Anjing) yaitu banyak otot di cheetah dan kucing mengandung persentase rendah serat I Jenis dan persentase kandungan yang tinggi dari serat otot Tipe IIx serat, sedangkan pada anjing menunjukkan persentase yang tinggi dari serat otot Tipe IIa. Otot-otot hindlimb di cheetah memiliki persentase yang lebih tinggi dan tersusun atas serat otot tipe II (Tipe IIa + IIx) daripada otot tungkai depan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa peran pendorong dari kaki atau tungkai belakang/ Hindlimb lebih besar dari tungkai depan(forelimb) cheetah. Otot Longissimus di cheetah memiliki persentase yang tinggi tersusun atas serat otot Jenis IIx serat atas berbagai dari dada ke bagian lumbalis (pinggang), sedangkan kumpulan dari serat otot dalam otot ini berbeda tergantung pada bagian dalam kucing dan anjing. Ini menunjukkan bahwa cheetah dapat menghasilkan ekstensi yang kuat dan cepat dari ruas tulang belakang (Columna vertebralis) dan meningkatkan kekakuan selama bergerak (penyeimbang) dan serat otot pada otot batang sangat penting untuk menghasilkan besar dan panjang langkah saat berlari. Selanjutnya, Perbedaan penting dari kumpulan dari serat otot antara fleksor dan ekstensor dari rangka di cheetah.  Percobaan ini menunjukkan karakteristik dari serat otot di cheetah, berhubungan dengan kemampuannya untuk berlari dengan kecepatan tinggi. Kumpulan serat otot-otot kaki belakang/ Hindlimb di cheetah mirip dengan kucing struktur ototnya besar, dan terutama terdiri dari serat otot-otot Type IIa dan serat otot tipe IIx. Banyak serat otot kaki belakang di anjing yang mengandung sedikit serat otot Type IIx. Perbedaan antara cheetah dan kucing diamati pada bagian otot adduktor dan fleksor digitorum superfisialis. The adduktor di cheetah terutama serdiri dari Type IIx, sedangkan di dalam kucing terutama terdiri dari Type I. superfisialis fleksor digitorum di cheetah tidak termasuk Type IIx, sedangkan di dalam kucing tidak termasuk Type IIa. The brachiocephalicus, cervicis trapezius, rhomboideus, dan superfisialis pectoralis di cheetah memiliki nilai tertinggi dari serat Tipe I antara tiga jenis hewan. Otot-otot perut (obliquus ekstensor abdominis dan rektus abdominis) pada anjing memiliki tidak Tipe Iix serat. Pada bagian otot thoracis Longissimus dan otot lumborum di cheetah memiliki kandungan tertinggi Type IIx. Populasi serat otot jenis dalam Longissimus pada kucing dan anjing berbeda antara toraks dan lumbar bagian. Delapan dari otot tungkai depan diteliti terdiri dari tiga jenis serat dalam cheetah dan kucing, sementara bagian deltoideus tulang belikat, supraspinatus dan bisep brachii pada anjing yang terdiri dari Tipe I dan serat Type IIa. Pada otot tungkai depan studi kecuali brachii biseps, populasi terbesar dari serat Tipe I diamati pada cheetah. Nilai tipe IIx serat dalam dipelajari otot tungkai depan kecuali infraspinatus yang terendah di anjing.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Baik cheetah dan kucing adalah Satu Famili Felidae. Felidae unggul dalam kekuatan sesaat tetapi tidak jika diukur staminanya, sementara Canidae yang unggul dalam daya tahan dan dapat berjalan untuk jarak jauh terus-menerus. Kumpulan serat otot menunjukkan bahwa cheetah memiliki otot untuk berlari. Dalam hal karakteristik otot dalam tiga bagian (kaki belakang, leher dan badan, dan anggota tubuh depan) dari tubuh cheetah, kami melihat perbedaan yang jelas antara tungkai depan dan kaki belakang, cheetah lebih menekankan penggunaan tungkai belakang untuk mendorong. Sedangkan, Perbedaan dengan mamalia lain seperti kuda adalah menunjukkan bahwa otot tungkai depan memiliki tipe IIa dan lebih rendah susunan serat otot IIx dari pada kaki belakangnya sehingga kuda lebih memaksimalkan daya dorong dengan otot bagian lurus. Karakteristik populasi serat otot di cheetah adalah ditandai pada otot batang. Trapezius dan rhomboideus adalah sirip punggung dan memegang tulang belikat. Otot-otot ini memiliki persentase yang tinggi Tipe I dalam cheetah, sedangkan otot-otot ini di kucing dan anjing memiliki persentase yang tinggi dari kelompok IIa dan / atau IIx. Latissimus dorsi dan pectoralis profundus menarik dahan mundur mungkin menunjukkan bahwa cheetah mempertahankan ketinggian skapula dan menghasilkan gerakan mundur yang kuat dan cepat dari kaki depan selama penggerak. Otot Longissimus adalah ekstensor kuat dari tulang belakang dan kontrol kekakuan tulang belakang selama penggerak. Longissimus di cheetah memiliki persentase yang tinggi Tipe IIx serat di dada dan pinggang bagian, sedangkan populasi serat otot berbeda tergantung pada bagian-bagian dalam kucing dan anjing. Ini mungkin menunjukkan bahwa Longissimus tersebut di cheetah dapat menghasilkan ekstensi yang kuat dan cepat dari tulang belakang dan meningkatkan kekakuan. Kecepatan cheetah terutama tergantung pada panjang langkah. Karakteristik serat otot pada otot batang sangat penting untuk menghasilkan besar panjang langkah. Kita harus mencatat populasi serat otot fleksor dan ekstensor dari angka di cheetah. Ujung jari adalah terutama mengontrol oleh dua ekstensor (tungkai depan: ekstensor digitorum communis, lateralis ekstensor digitorum; superfisialis fleksor digitorum, fleksor digitorum profundus; kaki belakang: ekstensor digitorum longus, ekstensor digitorum lateralis, fleksor digitorum superfisialis, fleksor digitorum profunda). Hasil penelitian dari jurnal menunjukkan perbedaan dalam kontrol neuronal dan perbedaan fungsional antara digiti kaki depan dan kaki belakang di cheetah. Perbedaan otot Populasi serat antara fleksor digitorum superfisialis dari tungkai depan dan kaki belakang diamati pada kucing dan anjing. Otot dalam cheetah untuk mengaktifkan kecepatan tinggi berjalan.
Bibliography
Penny E. Hudson, S. A. (2011). Functional anatomy of the cheetah (Acinonyx jubatus). Jounal Of Anatomy, 375–385.
Penny E. Hudson, S. A. (2011). Functional anatomy of the cheetah (Acinonyx jubatus) Forelimb. Jounal Of Anatomy, 375–385.
Penny E. Hudson, S. A. (2011). Functional anatomy of the cheetah (Acinonyx jubatus) Hindlimb. Journal Of Anatomy, 363–374.

Komentar